K6T1ST1P1

Kelas 6 Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup Subtema 1 Tumbuhan Sahabatku Pembelajaran 1

Fokus pembelajaran tema 1 kelas 6 selamatkan mahluk hidup subtema 1
tumbuhan sahabatku PB 1 adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS. Tujuan pembelajaran tumbuhan sahabtku adalah :

  1. Setelah membaca teks tentang perkembangbiakan jagung, siswa mampu
    menemukan ide pokok dan informasi penting serta menyajikannya dalam bentuk diagram.
  2. Setelah menemukan ide pokok dari bacaan, siswa mampu
    mengembangkannya dengan menggunakan bahasanya sendiri secara rinci menjadi sebuah tulisan.
  3. Setelah mengamati bunga, siswa mampu mengidentifikasi
    perkembangbiakan generatif melalui gambar yang dibuatnya dan manfaatnya dengan benar.
  4. Setelah berdiskusi, siswa mampu melaporkan perkembangbiakan generatif melalui tabel dan manfaatnya dengan benar.
  5. Setelah membaca teks tentang ASEAN dan kehidupan sosial budayanya, siswa mampu menyebutkan kehidupan sosial budaya dari dua negara ASEAN terkait kondisi geografisnya dengan benar.
  6. Setelah berdiskusi, siswa mampu menulis laporan tentang perbedaan
    sosial budaya dari dua negara terkait kondisi geografisnya dengan benar melalui diagram Venn.

Bagaimana Jagung Berkembang Biak?
Jagung merupakan salah satu tanaman yang dijadikan bahan makanan pokok di berbagai, negara, salah satunya di Indonesia. Di Indonesia, penduduk Pulau Madura menjadikan jagung sebagai makanan pokoknya. Jagung merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang sangat
diperlukan oleh tubuh.

Seorang petani jagung, memulai pembiakan tanamannya dengan menanam biji jagung. Setelah tiga sampai empat hari bakal tanaman akan muncul di
permukaan tanah. Tanaman jagung akan terus tumbuh menjadi besar. Tiga
hingga tiga setengah bulan
, buah jagung dapat dipanen oleh petani. Buah
jagung yang berbentuk seperti tongkol pada mulanya berupa sekuntum
bunga. Bunga jagung memiliki helai-helai rambut halus pada bagian
ujungnya. Pada helai rambut tersebut terdapat tepung sari. Tepung sari
akan terbang terbawa angin ketika angin bertiup. Tepung sari yang
terbawa angin, sebagian akan jatuh di kepala putik yang terletak di
bagian bawah bunga pada pohon jagung yang lain. Nah, Melekat atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik disebut penyerbukan. Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari akan masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan serbuk sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel
kelamin betina atau sel telur). Hasil dari pembuahan adalah zigot.

Zigot berkembang menjadi lembaga, lembaga berkembang menjadi bakal biji, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah hingga menjadi buah jagung. Perkembangan itulah yang dapat diamati dari waktu ke waktu. Buah jagung akan siap dipanen ketika rambut jagung sudah berwarna kecokelatan dan bagian tongkolnya sudah mengering. Apabila buah jagung tersebut dikupas akan memperlihatkan biji jagung yang kekuningan. Bagian yang dimakan oleh manusia adalah biji jagung. Supaya jagung selalu tersedia sebagai bahan makanan manusia, maka petani jagung harus menanam kembali sebagian biji jagung dari hasil panen. Biji jagung yang tua dapat ditanam kembali. Dari sinilah akan dimulai lagi perkembangbiakan jagung.

Perkembangbiakan Generatif

  1. Perkembangbiakan generatif (secara kawin) terjadi melalui proses penyerbukan dan pembuahan.
  2. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan diawali dengan penyerbukan, yaitu melekatnya atau jatuhnya serbuk sari ke kepala putik.
  3. Setelah terjadi penyerbukan, pada serbuk sari tumbuh buluh serbuk
    sari yang menuju ke ruang bakal biji. Kemudian serbuk sari akan masuk ke ruang bakal biji melalui buluh serbuk sari.
  4. Di dalam ruang bakal biji terjadi pembuahan, yaitu peleburan serbuk
    sari (sel kelamin jantan atau spermatozoid) dengan kepala putik (sel
    kelamin betina atau sel telur).
  5. Hasil dari pembuahan adalah zigot.
  6. Zigot berkembang menjadi lembaga, lembaga berkembang menjadi bakal biji, bakal biji berkembang menjadi biji dan bakal buah, kemudian bakal buah berkembang menjadi daging buah.
  7. Lembaga yang berada di dalam biji merupakan calon tumbuhan baru.
    Tumbuhan yang berkembang biak secara generatif antara lain: padi,
    mangga, durian, dan jambu.

Kehidupan Sosial Budaya Masyarakat ASEAN
Kamu pasti pernah merasakan nyamannya hidup bertetangga. Hal ini terasa saat semua keluarga saling mendukung, saling membantu, dan bekerja sama.
Kenyamanan dalam bertetangga perlu diwujudkan karena tiap keluarga
memiliki kepentingan yang sama. Hal itu juga yang mendasari terbentuknya ASEAN. ASEAN adalah sebuah organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Negara-negara ini bersatu karena adanya persamaan letak geografis dan kemiripan budaya. Kepentingan yang sama dalam memajukan pertumbuhan ekonomi, sosial budaya, serta menjaga keamanan kawasan menjadi dasar pertimbangan para tokoh-tokoh dunia pendiri ASEAN. Pada tahun 1967 ASEAN berdiri atas dasar Deklarasi Bangkok. Saat itu, tokoh-tokoh dari lima negara yang terlibat dalam diskusi  menjadi pencetus dan pendiri organisasi ini.

Lima negara yang menjadi anggota pertama ASEAN di tahun 1967 adalah
Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Para utusan dari
kelima negara tersebut, yang sekaligus merupakan tokoh-tokoh pendiri
ASEAN, adalah Adam Malik (Indonesia), Tun Abdul Razak (Malaysia), Thanat Khoman (Thailand), S. Rajaratnam (Singapura), dan Narciso Ramos (Filipina).  ASEAN harus dapat memberikan manfaat bagi semua
anggotanya. Untuk itu, berbagai kerja sama dikembangkan untuk memajukan kesejahteraan semua anggotanya. Kerja sama di bidang ekonomi, sosial, budaya, serta politik dikembangkan demi kemajuan semua anggota. Manfaat yang dirasakan oleh anggota-anggota ASEAN, membuat semakin banyak negara yang kemudian bergabung dengan organisasi ini. Saat ini ada sepuluh negara yang menjadi anggota ASEAN. Berdasarkan urutan waktu bergabungnya, negara anggota ASEAN tersebut adalah:

  1. Lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, yang bergabung pada tanggal 8 Agustus 1967
  2. Brunei Darussalam, bergabung pada tanggal 7 Januari 1984
  3. Vietnam, bergabung pada tanggal 28 Juli 1995
  4. Laos dan Myanmar, bergabung pada tanggal 23 Juli 1997
  5. Kamboja, bergabung pada tanggal 30 April 1999.

A. Brunei Darussalam
Kampung Ayer adalah desa terapung di Brunei Darussalam. Tahun 1400
Kampung Ayer sempat menjadi pusat pemerintahan. Saat ini banyak
penduduknya yang memiliki perahu pribadi dan disimpan di bawah rumah
apung mereka. Budaya Brunei banyak dipengaruhi oleh ajaran Islam.
Mayoritas penduduknya adalah orang Melayu. Kata “Brunei” berasal dari
kata “Nah Baru” yang diucapkan oleh Awang Alak Betatar, penemu negara ini. Kata “Darussalam” berarti “Tempat yang Damai” atau “Rumah
Keamanan
”.

Dalam percakapan, menunjuk dengan jari telunjuk dianggap kasar. Secara tradisional, orang Brunei tidak berjabat tangan dengan lawan jenis.
Melepaskan sepatu adalah kebiasaan umum orang Brunei sebelum memasuki rumah orang lain.

B. Malaysia
Patung Dewa Murungga di Malaysia merupakan patung berukuran 42.7 meter.
Patung ini terletak di Batu Caves, gua yang merupakan salah satu kuil
Hindu di luar India yang paling populer, yang didedikasikan untuk Dewa
Murungga.

Malaysia memiliki kota yang bernama George Town, yaitu kota yang
terdaftar dalam UNESCO World Heritage. Kota ini terletak di Pulau
Penang
. George Town adalah kota yang memiliki ragam jenis budaya. Banyak gedung peninggalan masa Eropa dan bangunan bernuansa Melayu Tionghoa.
Tiga kaum utama di Malaysia adalah Melayu, Cina, dan India. Musik
tradisionalnya banyak dipengaruhi oleh budaya Cina, Islam, India, dan
Indonesia
.  Makanan khasnya adalah nasi lemak.

C. Filipina
Budaya Filipina merupakan hasil perpaduan antara budaya barat dan timur.
Kehidupan budayanya dipengaruhi oleh budaya Melayu, Cina, dan
Spanyol.  Bahasa Filipina adalah Bahasa Nasional dengan Bahasa
Inggris sebagai bahasa pengantar untuk urusan perdagangan atau
pergaulan.

Ada delapan dialek utama yang digunakan oleh masyarakat Filipina, yaitu
Tagalog, Cebuano, Ilocano, Hiligaynon atau Ilonggo, Bicol, Waray,
Pampango, dan Pangasinense. ‘Po’ dan ‘opo’ adalah sebutan orang Filipina
terhadap orang yang lebih tua. Mereka  memanggilnya dengan
menggunakan kata-kata seperti “Kuya”,  “Ate”, “Manong” atau
“Manang” yang menunjukkan rasa penghormatan. Jabat tangan adalah bentuk salam yang paling sering dijumpai di Filipina. Tarian Tinikling
merupakan tarian masyarakat Filipina. Tarian ini menceritakan tentang
burung Tinikling yang berjalan melompat menghindari perangkap bambu
petani padi.

D. Kamboja
Banyak candi di Kamboja terbuat dari batu. Dewa-dewa dari agama Hindu
dan Buddha terukir pada tembok. Tari Apsara lahir pada 2.000 tahun lalu.

Relief tarian banyak ditemukan di bangunan-bangunan keagamaan di
Kamboja. Orang Khmer mengenakan syal kotak-kotak yang disebut Krama.
Pria dan wanita Khmer mengenakan bandul Buddha pada kalungnya. Tujuannya adalah untuk menjaga dari roh jahat dan membawa keberuntungan. Makanan terkenal Kamboja adalah chha yang berarti tumisan.

E. Myanmar
Myanmar disebut sebagai negara seribu Pagoda. Hal ini disebabkan karena sangat mudah menemukan kuil-kuil suci Buddha. Mayoritas penduduk Myanmar adalah keturunan Tibet. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Birma.

Pakaian tradisional Myanmar yang disebut Longyi mirip sarung Indonesia,
namun kain ini membelit bagian tubuh mereka mulai dari perut hingga
betis. Longyi yang berbahan kain katun bukan saja dikenakan pria dewasa,
namun juga anak-anak dan wanita.

F. Vietnam
Permainan ‘Menangkap Jangkrik dengan Mata Tertutup’ adalah permainan tradisional anak Vietnam. Anak yang berada di tengah lingkaran matanya ditutup kain. Menangkap salah satu teman dan menebak namanya. Vietnam terkenal dengan baju khasnya yang disebut Ao Dai.

Topi caping pun banyak ditemui di sana. Orang Vietnam gemar duduk di
dingklik, yaitu kursi yang sangat pendek. Bukan hanya untuk makan,
bahkan untuk mengobrol pun mereka senang duduk di atas dingklik.
Mayoritas orang Vietnam memiliki nama keluarga Nguyen. Hal ini
disebabkan karena Dinasti Nguyen berkuasa mulai 1803-1945 dan merupakan dinasti terakhir di Vietnam.

G. Laos
Nama Laos berhubungan dengan penemunya, yaitu Ai Lao. Orang Laos
terkenal kesabaran dan kesederhanaannya. Hal ini terkait dengan ajaran
agama Buddha yang banyak dianut masyarakatnya. Olahraga tradisional di Laos adalah Kataw, seperti  olahraga bola voli, namun menggunakan
kaki untuk menangkap dan memukul bola. Bola terbuat dari anyaman bambu.

Tahun baru Laos disebut Bun Pi Mai. Semua penduduk membersihkan rumah, mengenakan pakaian baru, dan mencuci patung-patung Buddha. Makanan utama bangsa Laos adalah nasi atau beras ketan yang dimakan dengan tangan langsung. Orang Laos menyebut dirinya ”luk khao niaow”, yang artinya “anak turun nasi ketan”. Upacara sakral pemberian sedekah, atau dikenal dengan Sai Bat merupakan upacara di Laos. Para biksu membawa bakul kecil mengitari sebagian kecil kota untuk menerima sedekah dari penduduk setempat yang mayoritas beragama Buddha.

H. Singapura
Singapura memiliki lambang negara, yaitu Merlion. Merlion adalah patung
berkepala singa dan berbadan ikan. Menurut mitos, Singapura dahulunya
adalah kampung ikan. Kampung ini bernama Temasek yang berasal dari
bahasa Jawa yang artinya lautan. Singapura berasal dari kata Sansekerta
yang berarti kota Singa.

Penduduk Singapura berasal dari Cina, Melayu, India, dan Eropa. ‘Kaum
Baba’ adalah sebutan bagi keturunan Cina-Melayu. Singapura memiliki
empat bahasa resmi, yaitu Melayu, Mandarin, Inggris, dan Tamil.
Masyarakat Singapura memiliki budaya jalan kaki. Sekitar 80 persen
masyarakatnya memilih untuk berjalan kaki ke mana-mana. Hal ini
disebabkan harga kendaraan, yaitu mobil dan bahan bakar sangat mahal.
Kepiting cabai adalah makanan yang sangat digemari masyarakat Singapura.

I. Thailand
Thailand adalah satu-satunya negara di ASEAN yang tidak pernah dijajah
bangsa Eropa. Thailand dalam bahasa Thai adalah Prathet Thai, yang
artinya “Tanah Kebebasan”. Sejak tahun 1800-an, Thailand berubah nama,
antara lain Siam (dari bahasa Sansekerta yang artinya gelap atau
cokelat) dan Thailand.  Ramakien adalah cerita nasional Thailand
yang memengaruhi kehidupan masyarakatnya.

Di Thailand, Kepala adalah bagian tubuh yang paling dihormati. 
Tidak ada orang yang akan berani menyentuh kepala, bahkan kepala
anak-anak. Sebaliknya, bagian kaki dianggap bagian yang paling hina
karena dipakai sebagai alat untuk menapak di tanah. Oleh sebab itu, kaki
tidak boleh dihadapkan ke patung suci atau orang lain. Indonesia dan
Thailand memiliki tradisi minum teh. Di beberapa daerah di Indonesia,
kebiasaan minum teh dilakukan secara turun temurun. Salah satunya adalah teh yang diseduh di poci. Oleh sebab itu, teh tersebut dinamakan dengan teh poci. Di Thailand, teh disajikan dengan susu dan rempah-rempah. Teh tersebut dinamakan Thai Ice Tea dan disajikan dingin.

Kondisi Geografi Asia Tenggara
Letak geografis Asia Tenggara berada di antara tiga perairan, yaitu:
Samudra Hindia dan Teluk Benggala di bagian barat
Laut Cina Selatan di utara
Samudra Pasifik di timur.

Wilayah Asia Tenggara dibagi menjadi dua dataran yaitu:

  1. Daratan Berbentuk Semenanjung : Wilayah yang berbentuk semenanjung adalah Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, dan wilayah Malaysia bagian barat.
  2. Daratan Berbentuk Gugusan Kepulauan : Wilayah yang berbentuk gugusan kepulauan adalah Filipina, Indonesia, wilayah Malaysia bagian timur,
    Singapura, dan Brunei Darussalam.

Sumber: Buku Siswa Kelas 6 Tema 1 Selamatkan Makhluk Hidup Revisi 2018 KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *